Minggu, 04 Oktober 2015


Diterjemahkan dari artikel pada situs islamreligion.com

Salah satu tanda yang menakjubkan sebelum hari kiamat adalah kembalinya Nabi Isa a.s (Yesus) ke bumi. Allah berfirman dalam Al-Quran:

"dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih (Kristus), 'Isa putra Maryam (Yesus putra Maria), Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa (Yesus) bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa (Yesus), benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa (Yesus). Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat 'Isa (Yesus) kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (�Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti 'Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka." (Quran 4: 157-159)

Kata-kata, "Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab (orang-orang Yahudi dan Kristen), kecuali akan beriman kepadanya (�Isa) sebelum kematiannya," merujuk pada kematian Nabi Isa (Yesus) setelah ia kembali ke bumi. Pada saat itu, orang-orang Yahudi dan Kristen akhirnya mempercayai bahwa dia adalah Rasul Allah dan hanyalah seorang manusia saja, karena Nabi Isa (Yesus) akan bersaksi demikian kepada mereka. Bahkan, beberapa ulama menyatakan bahwa salah satu hikmah dari kembalinya Isa a.s (Yesus) adalah sanggahan final dan tak terbantahkan terhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa mereka telah menyalibkan Isa a.s dan untuk mengakhiri klaim salah dari umat-umat Kristen bahwa ia adalah Anak Allah.

Ada banyak hadits yang menjelaskan tentang kembalinya Nabi Isa (Yesus) sebagai salah satu pertanda besar hari kiamat. Hadist-hadist itu mengisahkan tentang apa yang akan dilakukan Yesus setelah beliau kembali.

Sebagaimana dijelaskan dari hadits pada artikel sebelumnya tentang munculnya Dajjal di muka bumi, kedatangan Yesus akan terjadi pada saat sang mesias palsu (Dajjal) sudah menebar fitnah di muka bumi. Berikut ini adalah kelanjutan dari hadits pada artikel sebelumnya:

"Dia kemudian akan memanggil seseorang pemuda dan menebasnya dengan pedang sehingga terpotong menjadi dua bagian dan (membuat potongan-potongan ini terletak pada jarak kira-kira) antara pemanah dan sasarannya. Dia kemudian akan memanggil (pemuda itu) dan dia akan mendatanginya seraya tertawa dengan wajah berkilau (dengan kebahagiaan) dan saat itulah Allah akan mengutus Kristus (Al-Masih), putra Maria (Maryam), dan ia akan turun di menara putih di sisi timur Damaskus mengenakan dua pakaian yang dicelup dengan safron dan menempatkan tangannya di atas sayap dua malaikat. Ketika ia menurunkan kepalanya, akan jatuh butir-butir keringat dari kepalanya, dan ketika ia menegakkan kepalanya, manik-manik seperti mutiara akan terjatuh dari kepalanya. Setiap orang kafir mencium bau keberadaannya, mereka akan mati, dan napasnya (Nabi Isa) akan mencapai sejauh matanya memandang. Dia kemudian akan mencarinya (Dajjal) sampai ia menangkapnya dia di pintu gerbang Ludd dan akan membunuhnya."

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu �alaihi wassalam, bersabda:

"Demi Dia dimana jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam (�alaihissalam) akan segera turun di antara kalian sebagai hakim yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan Jizyah, [1] dan kekayaan akan tersebar sedemikian rupa sampai-sampai tidak akan ada yang menerimanya."

Pada saat kemunculannya, ia akan mengoreksi semua doktrin palsu yang terdapat dalam agama Kristen. Dengan demikian, ia akan mematahkan semua salib, karena salib adalah pertanda bahwa umat Kristen menyembah dirinya. Demikian pula, pada masa itu, ia tidak akan menerima jizyah karena tidak akan ada alasan bagi setiap umat Yahudi atau Kristen untuk tidak beriman dan mengikutinya. Dalam riwayat lain dari hadits yang sama, dijelaskan tentang keadaan dari para pengikut Yesus pada waktu itu. Nabi Muhammad shalallahu �alaihi wassalam bersabda:

"Dia akan membiarkan unta-unta betina dan tidak ada yang akan berusaha (mengumpulkan zakat atasnya). Kemudian, rasa kebencian dan iri hati terhadap satu sama lain akan menghilang, dan ketika ia memanggil orang-orang untuk menerima kekayaan, tidak ada satu pun yang akan menerimanya." Dalam hadits lain, dijelaskan sebagai berikut: �Perdamaian akan tersebar dan orang-orang akan menggunakan pedang mereka sebagai parang. Segala binatang yang buas menjadi jinak; langit akan menurunkan hujan dengan berlimpah, dan bumi akan mengeluarkan berkatnya. Seorang anak akan bermain dengan rubah dan tidak terkena bahaya apa-apa; serigala akan merumput dengan domba-domba, dan singa bersama-sama dengan sapi, tanpa mencelakakan mereka." [2]

Pada saat kedatangan Yesus, umat Islam akan dipimpin oleh Mahdi (Pemimpin yang diberi petunjuk), seperti yang disebutkan dalam berbagai hadits, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu �alaihi wassalam:

"Bagaimana keadaan kalian ketika putra Maryam turun di antara kalian dan akan ada Imam di antara kalian?" (H.R. Al-Bukhari, Muslim)

Dalam hadits lain dalam Shahih Muslim, beliau bersabda:

"Sekumpulan orang dari umatku tidak akan berhenti berjuang untuk Kebenaran dan akan terus menang sampai hari kiamat." Beliau kemudian bersabda, "Yesus anak Maria kemudian akan turun dan pemimpin (Muslim) pada saat itu akan mengundangnya untuk menjadi imam mereka dalam shalat, tetapi ia akan mengatakan, 'Tidak, sebagian di antara kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain. Ini adalah kehormatan dari Allah untuk umat ini.'"

Hadits ini adalah bukti bahwa ketika Yesus kembali, ia tidak akan kembali sebagai seorang nabi dengan membawa wahyu baru. Sebaliknya, ia akan kembali sebagai pengikut Nabi Muhammad shalallahu �alaihi wassalam dan tunduk kepada hukum-hukum Islam yang dibawa Nabi Muhammad shalallahu �alaihi wassalam. Bahkan, hadits lain dalam Shahih Muslim menjelaskan bahwa Yesus melakukan ibadah haji.

Sebuah hadits dalam Shahih Muslim menjelaskan lebih lanjut bahwa Yesus akan tetap berkuasa di antara umat Muslim selama tujuh tahun. Rasulullah shalallahu �alaihi wassalam bersabda:

"Lalu umat Muslim akan hidup selama tujuh tahun dan tidak akan ada dendam di antara dua orang. Kemudian Allah akan mengirim angin dingin dari arah Suriah sehingga tidak akan ada seorang pun yang memiliki setitik kebaikan atau keimanan dalam dirinya kecuali dia akan meninggal, sampai-sampai jika sebagian di antara kalian masuk ke bagian terdalam dari sebuah gunung, angin ini akan mencapai tempat itu juga dan akan menyebabkan kematiannya." Lebih lanjut beliau bersabda, "Hanya orang-orang fasik yang akan tetap hidup dan mereka adalah orang-orang yang ceroboh seperti burung dengan sifat-sifat binatang. Mereka tidak akan pernah menghargai kebaikan atau mengutuk kejahatan."


Catatan kaki:

[1] Jizyah adalah pajak yang dibayarkan oleh non-Muslim kepada kekhalifahan Islam sebagai pengganti atas jasa militer.


[2] Hal ini disebutkan dalam berbagai hadits dalam Ahmad, Ibnu Hibban, Abu Dawud dan lain-lain.

0 komentar:

Posting Komentar