Jumat, 23 Oktober 2015


Sebagaimana layaknya bangunan di dunia, maka surga juga memiliki pintu masuk. Namun berbeda dengan model pintu gerbang versi dunia, Ibnu Abbas radiyallahu anhu menceritakan bagaimana rupa pintu-pintu gerbang yang ada disana. Surga itu memiliki delapan pintu sebagai berikut:

Pintu pertama terdiri dari emas yang berlapis mutiara. Pada pintu tersebut ditulis La ilaaha illallah muhamadur rasulullah. Pintu ini diperuntukkan kepada para nabi, rasul, para syuhada, dan juga orang-orang yang bermurah hati.

Pintu kedua, adalah pintu bagi orang-orang yang mengerjakan shalat dengan wudhu yang baik dan menjaga rukun-rukun shalat, khusyu� dalam shalatnya dan tuma�ninah.

Pintu ketiga, disediakan bagi orang-orang yang gemar bersedekah dan membayar zakat dengan hati yang suci, dengan niat yang ditujukan hanya untuk Allah subhanahu wa ta�ala semata.

Pintu keempat, merupakan pintu surga bagi orang-orang yang secara konsisten beramar ma�ruf nahi munkar (mengajak melakukan kebaikan serta mencegah segala perbuatan buruk).

Pintu kelima, dianugerahkan oleh Allah subhanahu wa ta�ala kepada orang-orang yang dengan teguh memerangi hawa nafsu.

Pintu keenam, diperuntukkan bagi mereka yang telah melakukan haji dan umrah.

Pintu ketujuh, disediakan bagi mereka yang senantiasa mengobarkan semangat dan juga melakukan jihad.

Pintu kedelapan disediakan bagi orang-orang yang dengan teguh selalu menjaga penglihatannya dari perkara yang dilarang, seperti melihat wanita yang bukan mahramnya, melihat gambar-gambar tidak senonoh yang dapat membangkitkan hawa nafsu, dan sebagainya. Demikian pula, pintu ini diperuntukkan kepada orang-orang yang berbuat kebajikan, seperti berbakti kepada kedua orangtua, menjaga tali silaturahmi, dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Di samping pintu-pintu yang disediakan khusus bagi para pelaku kebaikan tersebut, ada lagi sebuah pintu surga yang bernama rayyan. Pintu ini nantinya akan diperuntukkan bagi orang-orang yang senantiasa melaksanakan ibadah puasa. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah shalallahu �alaihi wassalam bersabda:

Sesungguhnya di dalam surga ada pintu bernama ar-Rayyan. Di hari kiamat akan masuk dari pintu ini orang-orang yang berpuasa. Tidak bisa masuk dari pintu ini selain orang-orang yang berpuasa. Dipanggillah (mereka) oleh para penjaga (pintu tersebut): Dimana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka semua berdiri, dan tidak bisa ada disitu kecuali hanya mereka saja. Dan jika mereka telah selesai masuk ke dalamnya, lalu pintu itu akan ditutup. Maka tidak seorang pun yang masuk lewat pintu itu (setelahnya).� (H.R. Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah pernah menyampaikan bahwasanya Rasulullah shalallahu �alaihi wassalam bersabda �Ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Sedangkan ahli shalat juga akan dipanggil dari pintu shalat. Untuk mereka yang gemar berpuasa maka akan dipanggil dari pintu ar-Rayyan. Sedangkan mereka yang memiliki kesukaan bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.�

Surga sendiri memiliki dua pintu gerbang dengan dua daun pintu. Daun pintu yang pertama terdiri dari emas, sedangkan yang satunya lagi terdiri dari perak. Lebar antara kedua daun pintu itu seperti jarak antara langit dan bumi. (Dalam kitab Daqaiqul Akhbar)

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dikatakan bahwa jarak antara dua ambang pintu tersebut adalah seperti jarak antara Mekkah dan Hajar, atau antara Mekkah dan Basra.

Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung

YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam

Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam   
Google + Lampu Islam: Plus.google.com/+LampuIslam 

0 komentar:

Posting Komentar