Jumat, 29 Januari 2016


Dalam setiap kesempatan perjalanan hidup manusia, ada proses tarik-menarik yang dilakukan antara kebaikan dan keburukan. Dan dalam realitasnya "perebutan" itu diwakili oleh dua kekuatan besar. Bila yang menyeru kepada kebaikan, maka hal tersebut dilakukan oleh kekuatan yang diwakili oleh malaikat. Namun kalau yang menggiring dan membawa kekuatan tersebut adalah setan, maka dengan sendirinya akan menjerat manusia kepada aktivitas keburukan.

Sekali lagi, antara satu kekuatan dengan yang lain saling berebut pengaruh untuk menguasai jiwa / hati manusia. Persaingan untuk mempengaruhi antara keduanya sangat seru karena masing-masing ingin mendapatkan teman saat di hari akhir kelak.

Jika dalam berebut pengaruh itu malaikat bisa mengalahkan setan, maka malaikat itu menimbulkan goresan-goresan terpuji di hati manusia. Goresan itu kemudian kita kenal dengan sebutan ilham. Dan goresan-goresan yang ada akan menggerakkan berbagai keinginan positif. Dari keinginan ini yang akhirnya dapat memotivasi diri sehingga mampu menggerakkan anggota tubuh untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat naik di dunia maupun saat di akhirat kelak. Sehingga apabila ini terjadi, maka manusia akan dengan mudah melakukan amal-amal shaleh, baik yang berhubungan dengan individu atau pribafi orang tersebut, maupun lingkungam dimana dia berada.

Keterangan tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam yang artinya: "Pada hati itu ada dua lintasan. Ada kalanya lintasan dari malaikat, yaitu berupa perjanjian dengan kebajikan dan pembenaran dengan yang benar. Maka hendaknya diketahui, bahwa itu dari Allah subhanahu wa ta'ala. Oleh sebab itu hendaknya ia memuji kepada-Nya.

Dan ada kalanya lintasan itu dari setan, yaitu berupa perjanjian dengan kejahatan dan pembohongan, dengan yang benar dan pencegahan dari kebaikan. Maka jika ia menentukan yang demikian, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."


Apa yang disabdakan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam ini memiliki kesesuaian dengan firman Allah yang kemudian beliau baca:

"Setan menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dan menyuruh berbuat pekerjaan keji."

Keterangan di atas diperkuat pula dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Jabir ibn Abdullah yang menceritakan bahwa ketika Nabi Adam alaihissalam diturunkan ke bumi, beliau berdo'a:

"Ya Tuhanku, antara aku dan iblis Engkau jadikan saling bermusuhan. Oleh sebab itu jika Engkau tidak menolongku, niscaya aku tidak sanggup menghadapinya."

Allah berfirman, "Apabila engkau melahirkan anak, maka diwakilkan malaikat kepadanya."

Nabi Adam berdo'a kembali, "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku."

Allah berfirman, "Aku balas satu kejahatan dengan satu dosa, dan aku balas satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat sebanyak yang aku kehendaki."

Kembali Nabi Adam alaihissalam berdo'a, "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku."

Allah berfirman, "Pintu taubat itu tetap terbuka, selama nyawa masih dikandung badan."

Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung

YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam

Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam   
Google + Lampu Islam: Plus.google.com/+LampuIslam 

0 komentar:

Posting Komentar