Minggu, 13 September 2015


Pertanyaan:

Bukankah Islam menganjurkan kekerasan, pertumpahan darah, dan kebrutalan karena Al-Qur'an mengatakan bahwa Muslim harus membunuh kafir di mana pun mereka berada?

Dijawab Oleh Dr. Zakir Naik dari irf.net

Beberapa orang seringkali mengutip ayat-ayat dari Al-Qur'an secara tidak benar untuk menuduh bahwa Islam menganjurkan kekerasan, dan mendorong umat Muslim untuk membunuh orang-orang di luar Islam.

1. Ayat dari Surat Taubah

Berikut ini ayat dari Surat Taubat yang sangat sering dikutip oleh para pengkritik Islam, untuk menunjukkan bahwa Islam menganjurkan kekerasan, pertumpahan darah dan kebrutalan:

"...maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka." [Al-Qur'an 9: 5]

2. Konteks dari ayat tersebut adalah di medan perang

Para pengkritik Islam sebenarnya mengutip ayat ini di luar konteksnya. Dalam rangka untuk memahami konteksnya, kita perlu membaca mulai dari ayat 1 surat ini. Disana diceritakan bahwa ada perjanjian damai antara umat Muslim dan kaum 'Musyrik' (orang-orang kafir) dari Mekkah. Perjanjian ini dilanggar oleh kaum 'Musyrik' dari Mekkah. Diberikanlah empat bulan kepada kaum 'Musyrik' dari Makkah untuk menebus kesalahan mereka. Jika mereka tidak mau, maka akan ada perang terhadap mereka. Ayat 5 dari Surat Taubah berbunyi:

"Apabila sudah habis masa 4 bulan itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang." [Al-Qur'an 9: 5]

Jadi ayat ini ditujukan selama perang berlangsung.

3. Misalnya perang antara Amerika dan Vietnam

Kita tahu bahwa Amerika dan Vietnam pernah berperang pada tahun 60-an. Misalkan Presiden Amerika atau Jenderal Angkatan Darat Amerika berkata kepada tentara Amerika selama perang: "Di mana pun kalian menemukan tentara Vietnam, bunuhlah mereka." Di masa sekarang, jika saya mengatakan bahwa Presiden Amerika berkata, "Di mana pun kalian menemukan tentara Vietnam, bunuhlah mereka!" tanpa memberikan konteksnya, maka disini presiden Amerika tampak seperti pembantai haus darah. Tetapi jika saya mengutipnya sesuai dengan konteksnya, bahwa perintah itu ditujukan selama perang berlangsung, maka itu akan terdengar sangat logis, karena ini dimaksudkan untuk meningkatkan semangat juang para tentara Amerika selama perang Vietnam.

4. Ayat Qs. 9: 5 ditujukan untuk meningkatkan semangat juang tentara Muslim selama pertempuran

Demikian pula dalam Surat Taubah[9]: 5 dikatakan, "maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka," selama pertempuran untuk meningkatkan semangat juang para tentara Muslim. Disini Allah berfirman kepada tentara Muslim melalui Al-Qur�an agar mereka jangan takut selama pertempuran; �bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka.�

5. Shourie melompat dari ayat 5 ayat 7

Arun Shourie adalah salah satu pengkritik Islam yang terkenal di India. Ia mengutip ayat yang sama, Surat Taubah[9] ayat 5 dalam bukunya 'The World of Fatwah', di halaman 572. Setelah mengutip ayat 5 ia langsung lompat ke ayat 7 Surat Taubah. Setiap orang yang berpikir akan menyadari bahwa ia telah melewatkan ayat 6.

6. Surat Taubah[9] ayat 6 memberi jawaban

Surat Taubah[9] ayat 6 memberi jawaban atas tuduhan bahwa Islam menganjurkan kekerasan, kebrutalan, dan pertumpahan darah. Ayatnya berbunyi:

"Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui." [Al-Qur'an 9: 6]

Al-Qur'an tidak hanya mengatakan bahwa jika orang-orang musyrik itu ingin berdamai dan meminta perlindungan selama pertempuran, maka mereka harus diberikan perlindungan. Lebih daripada itu, orang-orang musyrik itu harus diantar ke tempat aman. Dalam perang di zaman sekarang, bahkan seorang jenderal perang yang paling baik hati dan cinta damai sekalipun, selama pertempuran, mungkin akan membiarkan tentara musuh pergi bebas jika mereka menginginkan perdamaian. Tapi jenderal perang manakah yang pernah memberitahu para prajuritnya, bahwa jika tentara musuh menginginkan perdamaian selama pertempuran, jangan hanya biarkan mereka pergi bebas, tetapi juga antarkan mereka ke tempat yang aman?


YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam
Page Facebook Lampu Islam: facebook.com/LampuIslam

0 komentar:

Posting Komentar